IAINUonline – Bukan hanya berkegiatan dengan kelompoknya sendiri, mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban yan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Malaysia juga berkolaborasi dengan kelompk mahasiswa lain untuk melaksanakan berbagai program.
Salah satunya adalah dengan mahasiswa KKN dari Undaris Semarang. Kedua kelompok mahasiswa ini berkolaborasi untuk mengembangkan etnomatematika melalui permainan tradisional berbasis tehnologi yang disampaikan untuk anak-anak migran di Malaysia.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang Engklek Etnomath. Anak-anak diperkenalkan permainan engklek dengan pola bangun datar. Melalui aktivitas ini, mereka belajar konsep geometri (persegi, segitiga, dan garis simetri) serta numerasi (penjumlahan sederhana, bilangan genap-ganjil).
Selain itu juga diperkenalkan Ular Tangga Edukatif, yakni media permainan ular tangga yang dimodifikasi dengan soal literasi-numerasi. Setiap langkah yang ditempuh anak memuat pertanyaan sederhana. Baik tentang berhitung, membaca kosakata, maupun nilai budaya.
Permainan ini dibantu dengan wordwall, yang merupakan platform digital berbasis web yang menyediakan berbagai jenis aktivitas interaktif dan dapat dicetak untuk mendukung pembelajaran. Seperti kuis, teka-teki silang, permainan memori, dan pencocokan gambar dan lain sebagainya.
Anak-anak sangat antusias menerima program kerja dari mahasiswa KKN karena mereka dapat memahami lebih dalam tentang menjaga lingkungan lewat video yang diberikan mahasiswa KKN. Mereka juga dapat menjawab pertanyaan yang diberikan mahasiswa
“Kami ingin anak anak SB At-Tanzil bisa lebih semangat dalam belajar dengan serius tapi juga diselingi bermain dan harapan kami mereka senang dengan hal ini,” ujar Fima Nursalnia Salma salah satu mahasiswa IAINU yang KKN di Malaysia.
“Saya merasa sangat senang karena dengan adanya teman KKN internasional saya dan kawan kawan lebih aktif belajarnya. Kami lebih bisa lebih belajar berhitung dengan diadakan game tersebut. Saya juga menyukainya,” ucap Alif salah satu murid SB At-Tanzil.
Penulis : Fima Nursalnia Salma
