PUKUL GONG : Rektor IAINU Tuban Memukul Gong Tandai Dmulai PBAK


IAINUonline – Pembukaan PBAK atau Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan mahasiswa baru 2025 di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban berlangsung meriah, namun sakral. Selain seremonial, pembukaan ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan oleh Rektor IAINU Tuban Porf.Dr.Syamsul Huda, M.Fil.I. lalu dilanjutkan dengan pelepasan ratusan burung.

Ketua Panitia PBKA 2025  Rinwanto S.Sy, M.H, menjelaskan, sejak awal menyiapkan pembukaan PBAK dengan tidak biasa. Pembukaan disetting lebih meriah dengan memasukkan kegiatan yang bermakna positif. PBAK dilaksanakan 2-5 Septembe 2025 yang diikuti ratusan mahasiswa baru.

Pelepasan ratusan burung menurut Rinwanto, mengandung simbolik yang dalam dan sangat relevan dengan semangat awal mahasiswa baru memasuki dunia akademik. Sedang makna filosofisnya adalah tentang kebebasan dan harapan. Burung yang dilepaskan bebas ke alam melambangkan kebebasan berpikir dan berkembang. Mahasiswa diharapkan menjadi insan merdeka dalam belajar dan mengembangkan potensinya serta pola pikirnya.

Juga simbol harapan, bahwa setiap mahasiswa akan terbang tinggi meraih cita-cita di langit ilmu dan amal. Kemudian juga bermakna awal perjalanan baru, sama seperti burung yang dilepas untuk terbang menjelajah cakrawala. Mahasiswa baru memulai perjalanannya menempuh pendidikan tinggi, menghadapi dunia yang luas, penuh tantangan dan peluang.

SEMANGAT : Para Mahasiswa Baru Semangat Mengikuti PBAK

Pelepasan burun juga simbol kesucian dan doa. Dalam banyak budaya, pelepasan burung juga bermakna melepaskan doa dan harapan ke langit, memohon kepada Allah SWT agar mahasiswa diberi keberkahan, keselamatan, dan kesuksesan dalam proses belajarnya.

Selanjutnya adalah pemukulan gong adalah simbol resmi dimulainya sebuah peristiwa besar dan memiliki dimensi budaya dan spiritual yang kuat. Sedang makna filosofisnya adalah : tanda awal yang sakral. Gong adalah simbol pembuka gerbang pengetahuan dan spiritualitas. Ketika dipukul, ia menandakan bahwa PBAK dimulai secara resmi dan penuh hikmah.

Maka kedua adalah menggetarkan dan membangkitkan semangat. Suara gong yang nyaring dan menggema melambangkan semangat baru, kesadaran, dan panggilan jiwa. Ia membangunkan potensi, menumbuhkan kesadaran kolektif untuk tumbuh dan berkontribusi.

Juga simbol harmoni dan kebersamaan.  Getaran gong yang menyebar menjadi simbol kesatuan, sinergi, dan harmoni antara civitas akademika dan mahasiswa baru dalam membangun kampus berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

‘’ Pelepasan burung melambangkan harapan menumbuhkan karakter unggul dan mandiri, dan pemukulan gong sebagai momentum semangat dan komitmen bersama. Keduanya mendukung pembentukan mahasiswa berdaya saing, berkarakter, dan berpijak pada nilai-nilai Islam Aswaja,’’ ujarnya.

Menurut Rinwantoi, PBAK kali ini mengambil tema membangun Tunas Bangsa Unggul, Berdaya Saing, dan Berkarakter Ahlussunnah Wal Jamaah di Era Digital, selaras dengan visi IAINU Tuban yang inin menjadi perguruan tinggi yang religius, sosial entrepreneur, dan berkarakter Aswaja.

BERI SEMANMGAT : HM.Miyadi Wakil Ketua DPRD Tuban yang Alumni IAINU Memberi Semangat pada Mahasiswa Baru

Juga ada kirab pimpinan IAINU Tuban. Ini  adalah prosesi yang sangat penting dan penuh makna. Prosesi ini bukan sekadar seremoni formal, tetapi sarat nilai simbolis yang menguatkan identitas kelembagaan, penghormatan, dan penyambutan mahasiswa baru.

Filosofi kirab pimpinan mempunyai makna sebagai simbol kepemimpinan dan keteladanan. Kirab diawali oleh para pimpinan kampus yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, dan dosen . ini menunjukkan bahwa para pemimpin akademik hadir di garda depan sebagai teladan dan penuntun mahasiswa baru dalam perjalanan intelektual dan spiritualnya.

Ini mencerminkan konsep “al-imam qablal ummah” yakni pemimpin itu di depan umat. Dalam tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah pemimpin harus berjalan di depan untuk menunjukkan arah.

Selanjutnya adalah simbol penghormatan terhadap ilmu dan adab. Kirab juga menjadi wujud penghormatan kepada para pendidik dan ilmuwan (asatidz), karena dalam Islam, guru dan ulama memiliki derajat yang tinggi.

Kirab ini mengajak mahasiswa baru mengenal para pemimpinnya, menghormati ilmu dan para pembawanya. Ini sejalan dengan prinsip Aswaja yang menekankan pentingnya adab sebelum ilmu. Juga merupakan simbol kesatuan dalam keberagaman, karena dalam kirab bendera Merah Putih sebagai simbol nasionalisme, bendera NU sebaai simbol identitas ideologis kampus dan bendera fakultas mewakili simbol keberagaman bidang ilmu.

‘’Hal itu menggambarkan bahwa IAINU Tuban menjunjung tinggi NKRI dan keislaman moderat ala NU, menghargai keberagaman disiplin ilmu dalam satu kesatuan visi kampus. Ini mencerminkan sinergi antara nasionalisme, keislaman, dan keilmuan,’’ tambah Rinwanto.

BERI MOTIVASI : H. Imam Syafii Kasi PAIS Kantor Kemenag Tuban Memberi Semangat untuk Mahasiswa Baru

Makna spiritualitas dan transformasi dalam kirab pimpinan ini menggambarkan kirab bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga simbol perjalanan spiritual dan intelektual. Mahasiswa baru menjalani transisi dari status pelajar ke santri intelektual di lingkungan akademik. Kirab juga membuka gerbang bagi mahasiswa untuk memasuki dunia baru yang penuh tanggung jawab, disiplin, dan perjuangan keilmuan.

Sementara Prof.DrSyamsul Huda berpesan pada seluruh mahasiswa baru agar punya karakter yang kuat. Punya karekter  bayani, yakni mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, Hadis, dan kitab-kitab klasik atau turots. Mahasiswa IAINU Tuban harus memiliki kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis Nabi dan  Kitab-kitab warisan ulama terdahulu.

Ini adalah dasar ilmu agama. Karena menurut Rektoir, tanpa memahami sumber ajaran Islam ini, kita akan kesulitan membedakan yang benar dan salah dalam kehidupan.

Kemudian karakter Irfani, yakni berakhlak mulia dan menjadi manusia yang bijaksana dan toleran. Mahasiswa harus meneladani akhlak Rasulullah, yakni santun dan penuh penuh kasih sayang. Irfani mempunyai karakter ahlak perwujudan pemahaman pada agama yang kuat. Karena bangsa yang kuat adalah yan membangun kemanusiaan, menghargai kemajemukan sebagaimana teladan rasul sangat arif membagun peradaban ummat tazkiyatun nafs.

Kemudian karakter Burhani adalah tauhid dan taat pada Allah. Para pemuda hari ini, termasuk para mahasiswa ini adalah pemimpin masa depan, sehingga harus disiapkan sejak dini mulai hari ini.

ATRAKSI : Pencak Silat Pagar Nusa sala satu UKM yang Bisa Diikuti Mahasiswa

Selain dari kampus, untuk mengisi materi PBAK, juga diundang tokoh yang sekaligus alumni IAINU Tuban. Di antaranya yang hadir dan sempat membakar semangat para mahasiwa baru untuk tak lelah berjuang menuntut ilmu adalah HM.Miyadi, S.Ag,MM, Ketua DPC PKB Tuban yang Wakil Keta DPRD. Kemudian juga ada Imam Syafi’I S.Ag, MA. Kasi PAIS Kemenang Tuban yang pernah menjaat Plt Kepala Kantor Kemenag Tuban.

 

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *