IAINUonline – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menggelar Yudisium untuk periode genap tahun akademik 2024/2025, Sabtu (30/8/2025). Kegiatan yang digelar di aula KH. Hasyim Asy’ari kampus IAINU Tuban ini diikuti sekitar 200 mahasiswa. Yudisium kali ini dengan tema Tema Membangun Generasi Islam yang Berdaya Saing Global. Dalam acara juga diserahkan pengargaraan pada mahasiswa berprestasi dengan IPK tertinggi.
Peserta Yudisium berasal dari Fakultas Tarbiyah yang terdiri dari program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yang berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).
Kemudian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) program studi Perbankan Syariah yang berhak menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE), Fakultas Dakwah program studi Manajemen Dakwah dengan gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dan Fakultas Syariah program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dengan gelar Sarjana Hukum (SH).
Selain para mahasiswa yang mengikuti Yudisium, hadir dalam kesempatan ini Ketua Senat IAINU Tuban, KH.Fathul Amin, M.Pd para Wakil Rektor, Dekan, pada dosen dan undangan lainnya. Yudisium diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan Prof.Dr.Masturin, S.Ag, M.Ag, Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan IAINU Kudus.
Wakil Rektor Bidang Akademik Supriyanto, M.Pd mewakili Rektor IAINU Tuban Prof. Dr. Syamsul Huda, S.Fil.I mengucapkan selamat pada seluruh mahasiswa yang menjalani Yudisium. Setelah ini mereka akan diwisuda dan setelahnya akan kembali ke tengah masyarakat dengan gelar yang disandang.
Supriyanto berharap, para lulusan IAINU Tuban ini bisa memberikan dampak positif di tengah masyarakat.
‘’Buktikan bahwa lulusan IAINU Tuban punya nilai lebih. Berikan dampak positif bagi lingkungan di mana kalian berada,’’ ujarnya.
Supriyanto mewakili kampus IAINU Tuban meminta maaf pada para mahasiswa jika selama mendampingi mahasiswa menjalani studi, ada kesalahan yang dilakukan. Karena saat ini kondisi Bangsa Indonesia sedang tidak baik-baik saja, banyak aksi demo di mana-mana. Kampus IAINU Tuban, lanjutnya, tidak melarang jika ada mahasiswa yang ambil bagian dalam aksi tersebut.
‘’Tapi sampaikan dengan santun, tunjukkan kita berbeda dengan yang lain. Jaga salatnya, demo boleh tapi salat jangan ditinggal. Mari kita membaca Fatihah untuk Indonesia, semoga menjadi lebih baik,’’ katanya.
Sementara Prof.Dr.Masturin, S.Ag, M.Ag di awal orasi ilmiahnya menegaskan, bahwa titel atau gelar yang disandang oleh para lulusan IAINU Tuban, sama dengan gelar dari lulusan perguruan tinggi lainnya.
‘’Titel sama, yang menbedakan adalah skilnya. Kalau kerja gajinya juga sama, tapi lulusan IAINU Tuban punya nilai plus, karena agamanya baik, salawatannya baik, kalau di tempat kerja jika ada doa lulusan IAINU yang dipilih. Itu salah satu kelebihannya,’’ jelasnya.
Dalam narasi orasi ilmiah yang berjudul Membangun Kompetensi Pendidik profesional di Era Society 5.0 yang disampaikan, Prof Masturin mengajak agar para mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensinya dan mengikuti perkembangan jaman dan teknologi. Sebab, di antara para lulusan adalah calon-calon pendidik.
Dengan mengikuti perkembangan jaman dan teknologi, tidak akan tertinggal dan bisa menunjang pembelajaran. Karena teknologi saat ini menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.
‘’Karena itu, dosen kalau mengajar juga harus memanfaatkan teknologi. Minimal memakai laptop atau sejenisnya,’’ katanya.


