IAINUonline –  Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menggelar pembinaan untuk para mahasiswa penerima beasiswa. Pembinaan yang dilaksanakan di ruang smart class tersebut diikuti oleh para mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Pembinaan dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Jamal Ghofir, M.A, Wakil Rektor Bidang Adminstrasi Keuangan dan Pengembangan SDM Nurhaningtyas Agustin, M.Pd serta para Dekan dan Kaprodi. Di IAINU Tuban, selain menerima beasiswa KIP, para mahasiswa juga punya kesempatan untuk menerima beasiswa tahfidz, Baznas dan lainnya.

Jamal Ghofir menerangkan, mahasiswa penerima beasiswa adalah mahasiswa pilihan dari seluruh mahasiswa yang ada di IAINU Tuban. Sebab, mereka sudah menjalani seleksi dan syarat lain yang harus dipenuhi. Karena itu, mereka harus bangga.

‘’Karena kalian adalah mahasiswa istimewa dan pilihan,’’ ujarnya.

Kebijakan di IAINU Tuban, mahasiswa penerima beasiswa KIP harus mondok selama mahasiswa tersebut menerima beasiswa. Itu dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab kampus pada para mahasiswa. Sebab, kampus tidak hanya bertanggungjawab pada orangtua para mahasiswa, namun juga bertanggungjawab pada negara.

‘’Negara melalui Kemenag sudah memberikan beasiswa dan memberikan amanat pada kampus untuk memastikan para mahasiswa ini menjalankan proses belajar dengan baik,’’ tambahnya.

Karena itu, kemajuan para mahasiswa ini, baik dari segi akademik maupun non akademik terus dipantau. Dalam pembinaan itu misalnya, satu persatu mahasiswa dibacakan IPK nya selama dua semester yang sudah dijalani. Itu dilakukan untuk mengetahui perkembangan akademiknya.

‘’Kalau yang nilainya tetap, atau bahkan turun harus dicari penyebabnya, karena kok bisa turun nilainya. Kemudian diusahakan untuk dikejar agar nilainya kembali bagus,’’ katanya.

Para mahasisa penerima beasiswa, menurut Jamal adalah mahasiswa panutan, sehingga mereka benar-benar diharapkan menjadi mahasiswa yang bisa dianut. Misalnya, para mahasiswa tersebut diminta aktif untuk berkegiatan di luar kuliah. Bisa dengan bergabung di kegiatan intra kampus seperti UKM atau Himaprodi. Atau bisa juga bergabung di organisasi ekstra kampus seperti di IPNU, IPPNU atau di organisasi lainnya.

‘’Selalu tingkatkan kemampuan, soft skill dan kapasitas lainnya. Yang belum aktif segera gabung dan aktif di kegiatan-kegiatan. Selain perkembangannya selalu dipantau, juga ada aturan yang harus ditaati,’’ tandasnya.(*)

 

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *