IAINUonline – Rektor Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban Prof. Dr. M. Syamsul Huda, M.Fil.I, siap ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Tuban.
Kampus IAINU Tuban bisa menjadi bagian yang berperan aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di kabupaten Tuban. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh kampus di antaranya melalui program penelitian dan pengabdian masyarakat.
‘’Dalam waktu dekat melalui KKN berbasis ABCD, kita dorong optimalisasi aset di desa untuk pengurangan angka stunting,’’ ujar Syamsul Huda.
Hal itu disampaikan saat Rektor IAINU tersebut terlibat dalam Rembuk Stunting 2025 yang digelar Pemkab Tuban. Acara dipusatkan di Pendapa Kridha Manunggal, Kabupaten Tuban, Kamis (25/6/2025).
Bupati Tuban Aditya Halindra Fadsky saat membuka kegiatan mengatakan, penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, harus melibatkan seluruh stakeholder di Kabupaten Tuban termasuk Perguruan Tinggi.
Melalui KKN, katanya, perguruan tinggi dapat memberikan data terkait di desa yang ditempati sehingga intervensi dari pemerintah tepat sasaran karena berbasis data yang baik.
Kegiatan itu diisi oleh dua pemateri, yakni Drs. Joko Sarwono, Wakil Bupati Tuban dan narasumber dari Bappeda Provinsi Jawa Timur.
Joko Sarwono di antaranya mengatakan, terdapat penurunan yang signifikan angka prevalensi stunting dari 17,8% menjadi 11,3% ditahun 2024. Bahkan di Desa Kembanbilo Kecamatan Tuban menjadi desa zero stunting.
Sekadar diketaui, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting di Kabupaten Tuban turun signifikan menjadi 11,3 persen, melampaui target nasional.
Dalam konteks nasional, SSGI 2024 mencatat prevalensi stunting turun dari 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen pada 2024. Di tingkat Provinsi Jawa Timur, angka stunting menurun dari 19,2 persen menjadi 14,7 persen.
Sementara di Kabupaten Tuban, penurunan lebih tajam terjadi dalam empat tahun terakhir, yakni dari 25,1 persen pada 2021 menjadi hanya 11,3 persen pada tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, Dra. Esti Surahmi, Apt., menyebut penurunan stunting sebesar 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya adalah capaian luar biasa. Dari 17,8 persen (2023) menjadi 11,3 persen (2024). Capaian ini jauh di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen.(*)
