Oleh: Sholikah

Paradigma pemasaran telah mengalami perubahan dari level rasional ke level emosional, dan yang terakhir perubahan ke level spiritual. Hal itu mengakibatkan perbedaan strategi pemasaran khususnya bauran pemasaran (4P) yang diterapkan.

Sekolah/madrasah termasuk dalam organisasi nonprofit juga harus mempunyai bauran pemasaran sesuai dengan pergeseran orientasi tersebut yaitu level spiritual.

Sebagai marketer pendidikan yang memiliki orientasi pemasaran level spiritual harus memiliki sikap jujur (honesty), terpercaya (trust), komunikatif (transparent and communicated), cerdas (intelligent), bersih (nad}if), aman dan nyaman.

Juga olong-menolong (ta’awun), dan memperhatikan kepuasan pelanggan (mashlahah). Sehingga pemasaran pendidikan berbasis nilai-nilai Islam secara praktis dapat memberikan kepuasan atau utilitas kepada pelanggan internal dan eksternal pendidikan.

Bauran pemasaran pendidikan 4P berbasis nilai-nilai Islam antara lain: a)  product berupa program unggulan lembaga dan variasi pilihan program harus sesuai dengan syari’at Islam seperti jujur, cerdas, terpercaya, dan transparan.

Kemudian b) price (harga) berupa SPP dan biaya pendidikan yang jujur, transaparan, cerdas/bijaksana, dan komunikatif, adil, dan ta’awun; dan c) promotion (promosi) berupa konten/isi, lokasi, dan media dalam kegiatan promosi yang digunakan berasaskan kejujuran, komunikatif, strategis, dan tepat sasaran.

Serta d) place (lokasi dan sarana prasarana) berupa gedung sekolah/madrasah, sarana dan prasarana yag bersih, nyaman, dan aman, serta transportasi menuju ke lokasi dapat diakses dengan mudah oleh pelanggan.

Tingkat utilitas (maslahah) pelanggan mencapai total utility jika sekolah/madrasah memberikan dukungan lahir maupun batin terhadap pelanggan.

Penerapan bauran pemasaran Pendidikan 4P berbasis nilai-nilai Islam ini berimplikasi pada tingkat utilitas pelanggan pendidikan baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. Pelanggan internal lembaga pendidikan meliputi pendidik dan tenaga kependidikan, sedangkan pelanggan eksternal lembaga Pendidikan meliputi peserta didik, orang tua atau wali murid, dan masyarakat.

Tingkat utilitas pendidik dan tenaga kependidikan akan mencapai utilitas total jika pimpinan lembaga memberikan dukungan baik moral maupun spiritual kepada mereka.

Hal itu diwujudkan dengan mendukung pendidik dan tenaga kependidikan dalam beberapa kegiatan untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidang mereka. Selain itu, kepuasan rohani mereka juga harus mendapat dukungan dan perhatian dari pimpinan lembaga seperti mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan ibadah mereka.

Seperti kegiatan tahsin Al-Qur’an, diskusi atau musyawarah rutin terkait problematika agama, kegiatan shodaqah dan infaq, dan kegiatan siraman rohani yang menghadirkan tokoh agama.

Tingkat utilitas pelanggan eksternal lembaga pendidikan juga akan mencapai utilitas total jika lembaga pendidikan melaksanakan apa yang telah dijanjikan kepada pelanggan eksternal.

Misalnya, siswa diikutsertakan lomba-lomba sesuai dengan kemampuan dan keahlian atau bakat siswa, dan memberikan bimbingan khusus kepaada siswa yang mempunyai prestasi khusus sesuai bidangnya.

Selain itu, untuk orang tua atau wali murid serta masyarakat dapat diwujudkan dengan memberikan layanan yang baik dan sesuai dengan kemampuan lembaga, memberikan tempat atau forum khusus untuk menyampaikan aspirasi mereka, dan mengikutsertakan mereka dalam kepanitiaan kegiatan-kegiatan lembaga pendidikan yang bersifat keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Kesimpulannya, penerapan bauran pemasaran pendidikan 4P berbasis nilai-nilai Islam dilakukan sebagai wujud usaha dalam memadukan upaya lahiriyah dan batiniyah dalam proses pemasaran pendidikan.

Bertujuan agar menjadi distingsi lembaga dan daya tarik khusus bagi pelanggan sehingga pelanggan pendidikan dapat meningkatkan kepercayaan, utilitas, dan loyalitasnya.(*)

 

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *