Sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis budaya dan dakwah kontekstual, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) melaksanakan kegiatan studi lapangan bertajuk “Batik sebagai Media Dakwah Kultural” di Sentra Batik Gedog, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban pada tanggal 22 April 2022
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 4 dan didampingi oleh dosen pembimbing sebagai upaya untuk memperkenalkan batik tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai-nilai Islam melalui simbol dan motif-motif khas batik lokal.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berkesempatan untuk mengamati langsung proses pembuatan batik gedog mulai dari pemintalan benang, pewarnaan alami, hingga proses membatik manual. Mahasiswa juga mewawancarai para pengrajin lokal terkait filosofi motif batik yang banyak terinspirasi dari nilai-nilai religius dan tradisi lokal. Diakhir kegiatan mahasiswa bersama-sama menganalisis potensi batik sebagai media dakwah non-verbal yang efektif dan berakar dari kearifan lokal.
Menurut Dr. Sholikah, M.Pd.I. kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman bahwa dakwah tidak selalu harus dilakukan secara lisan, tetapi dapat pula disampaikan melalui medium budaya, seperti batik.
“Melalui batik, masyarakat dapat menyampaikan pesan moral, nilai spiritual, bahkan ajaran Islam yang dikemas dalam motif dan makna simbolik. Ini adalah bentuk dakwah yang halus namun mengakar kuat dalam tradisi,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa peserta, Arin, mengaku mendapatkan perspektif baru tentang pentingnya memahami budaya lokal sebagai bagian dari strategi dakwah yang lebih membumi.
“Saya baru menyadari bahwa motif batik bisa menjadi media edukatif yang kaya makna. Ini bisa menjadi pendekatan yang lebih diterima dalam masyarakat multikultural,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Klinik Moderasi dan Edupreneur Prodi PAI, yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif dan kontekstual dalam menghadapi tantangan dakwah di era modern. Selain itu, kunjungan ini juga mendukung penguatan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang peka terhadap nilai-nilai kultural dan lokalitas.
Dengan kegiatan ini, Prodi PAI terus menegaskan pentingnya pembelajaran yang kontekstual, moderat, dan berbasis realitas sosial budaya dalam membentuk kompetensi lulusan yang utuh dan berdaya guna.
