IAINUonline – Perkembangan zaman yang terus maju memacu perkembangan kebutuhan di tengah masyarakat, tak terkecuali dalam hal pendidikan. Untuk menjawab tantangan zaman dan harapan masyarakat, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban saat ini sedang menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Persiapan diawali dengan menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Out Come Based Education (OBE) yang digelar selama 2 hari pda 8-9 Juni 2026 di ruang KH.Hasyim Asy’ari Rektorat IAINU Tuban. Workshop yang diikuti seluruh pimpinan, dekan, kaprodi dan dosen itu menghadirkan narasumber dari Tim Trainer Kurikulum dan Pembelajaran UIN Sunan Ampel Surabaya.
Pembukaan kegiatan dilakukan Wakil Rektor I Bidang Kurikulum IAINU Tuban Supriyanto, M.Pd mewakili Rektor IAINU Tuban Prof. Dr. M.Syamsul Huda. Ia mengatakan, saat ini tantangan yang dihadapi IAINU Tuban semakin berat. Bukan hanya karena kebijakan pemerintah yang sering berubah, namun dinamika di lapangan yang terus bergerak.
‘’Pada halalbihalal lalu, Tim Kemenrinstek Dikti yang hadir menyampaikan pemerintah ada wacana bakal menutup prodi pendidikan, padahal prodi pendidikan itu backgroundnya IAINU, dan di UIN pun tarbiyahnya juga masih banyak peminat,’’ ujarnya.
Selain itu, di Kabupaten Tuban juga muncul kampus-kampus baru. Meski ada moratorium kampus baru oleh pemerintah, namun bagi kalangan tententu seolah moratorium itu tak berlaku.
Karena itu, lanjutnya, salah satu upaya yang dilakukan adalah mereview kurikulum serta menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, agar bisa menghadirkan kurikulum berbasis kebutuhan masyarakat. Outcome benar-benar yang dibutuhkan saat ini.
‘’Misalnya bagaimana mengembangkan BBM bisa dicampur etanol, harapannya kampus bisa mengembangkan hal-hal seperti yang dibutuhkan seperti itu. Saya titip pada para dosen bagaimana bisa mencreate sesuai kebutuhan,’’ tambahnya.
Selama ini masyarakat memilih IAINU, katanya, bukan karena IAINU milik NU. Kalau masyarakat memilih milik NU, maka akan milih IAINU.
‘’Tapi masyarakat memilih kita karena kita layak dijadikan pilihan. Karena itu, bagaimana kita terus memantaskan diri agar layak menjadi pilihan. Selamat belajar, selamat berproses, nikmati prosesnya, agar hasilnya bisa seperti yang kita kehendaki,’’ katanya.
Sementara, salah satu narasumber menyebut selama dua hari workshop bakal membahas dua kerangka besar, yakni kurikulum prodi dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang merupakan tugas individu dosen.
‘’Kalau di UIN Sunan Ampel proses ini selesai selama 1 tahun dan 2 bulan. Di sini cukup 2 hari. Kami yakin karena IAINU sudah siap, sehingga tingga; menyelaraskan,’’ katanya.


