BRANDING MADRASAH : MINU Hijah Gelar Pertemuan untuk Branding Masdrasah


IAINUonline – Persiapan menyambut tahun pelajaran baru telah dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Hidayatun Najah (Hijah). Para ustadz dan ustadzah siap terjun di tahun pelajaran 2022/2023 mengadakan pertemuan untuk ‘Branding Madrasah’ sekaligus penandatanganan SPK 2022/2023.

Rapat dihadiri oleh Ustadz M. fauzi, M.A pengelola BP3MNU, Ustadz Muhammad Nashruddin, S.Pd. kepala madrasah beserta staff, dan seluruh ustadz serta ustadzah MINU Hidayatun Najah Tuban.

Rapat dimulai dengan membaca Ratibul Hadad, dipimpin oleh Ustadz Afdhol, S.Pd. Dilanjutkan Branding Madrasah oleh kepala madrasah MINU Hidayatun Najah Ustadz Muhammad Nashruddin yang kerap dipanggil ustadz Anas.

Dia menyampaikan tentang visi misi madrasah, cara menjadi pendidik yang hebat, serta cara menyelami perkembangan zaman yang semua serba digital.

“Semua ustadz dan ustadzah baik pendidik maupun staff yang berada di lingkungan MINU Hidayatun Najah setidaknya harus hafal visi  madrasah, sehingga tau arah dan tujuan lembaga, yaitu berakhlakul karimah, berprestasi, berwawasan Aswaja,’’ ujar Anas.

Keunggulan lembaga MINU Hidayatun Najah, menurut Anas, salah satunya adalah akhlak dan spiritual anak didik yang harus selalu dikawal mulai masuk di madrasah hingga kelulusan. ‘’Insyaallah jika spiritualnya kuat, maka akademik yang lain akan mengikuti,’’ tambahnya.

Sementara, Ustadz Fauzi menyampaikan, untuk membangun semangat juang ustadz dan ustadzah MINU Hidayatun Najah Tuban, bahwa untuk terjun dalam dunia pendidikan harus menata niat dengan baik.

‘’Yang  paling penting adalah kerjasama antar ustadz/ustadzah MINU Hidayatun Najah Tuban ini,’’ katanya.

Ilmu baru yang didapat dari Mr. Naff bahwa dalam lembaga yang diperhatikan adalah Creativity, Communication, Critical thinking, Collaboration, Adcibility (beradaptasi). Ketika semua itu berfungsi dengan baik, maka lembaga akan mampu bersaing dengan lembaga lain. ‘’MINU Hidayatun Najah Tuban harus memiliki ciri khas yang lain selain tahfidz, karena saat ini sudah banyak lembaga-lembaga formal yang memiliki program tersebut,’’ pesannya.

Yang disampaikan Fauzi sangat memotivasi bagi semua ustadz dan ustadzah MINU Hijah. Pertemuan juga diisi dengan diskusi dan saling sharing terkait sarpras, tahfidz, madin, dan lain sebagainya.(*)

 

Penulis : Eka Shofi Zuni / Siti Nur Rohmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.