IAINUonline – Untuk meningkatkan layanan dan pengetahuan para calon jemaah haji (CJH) Kementerian Agama (Kemenag) membuat kebijakan melakukan manasik haji sepanjang tahun.

Sebab, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah untuk beribadah haji, calon jemaah haji (CJH) harus dibekali pengetahuan yang cukup terkait dengan pelaksanaan ibadah. Salah satu pembekalan yang diberikan adalah manasik haji.

‘’Sejak tahun 2019 pemerintah menggalakkan gerakan manasik haji sepanjang tahun. Dan Kabupaten Tuban memperkirakan ada sekitar 15 ribu CJH yang bisa mengikutinya,’’ ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, saat sosialisasi kebijakan pendaftaran dan pembatalan haji reguler, di gedung PLHUT Kemenag Tuban.

Manasik haji sepanjang tahun, lanjutnyta, dilakukan di awal tahun sampai jamaah hendak berangkat ke tanah suci, diambil dari pendaftar tahun 2011 sampai 2015.

Ia menambahkan manasik haji dilakukan secara sinergi antara PHU, KUA, KBIHU, IPHI, penyuluh dan fasilitator pembimbing ibadah haji di Kabupaten Tuban. Manasik haji sepanjang tahun dilaksanakan di tiap kecamatan dan sebagai koordinatornya adalah Kepala KUA.

Ia mengaku, hal ini bertujuan melayani bimbingan manasik kepada jamaah haji yang sudah memiliki nomor porsi. Sehingga setiap saat bisa terus mengikuti kegiatan manasik dan tidak hanya diikuti oleh jamaah haji yang akan berangkat di tahun 2021 saja.

‘’Tahun 2020 Kementerian Agama mencanangkan sebagai tahun peningkatan kualitas ibadah haji. Salah satunya melalui manasik haji sepanjang tahun, dengan meningkatkan peran pembimbing ibadah haji yang bersertifikat dengan melakukan pembekalan kepada CJH,’’ katanya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban, Umi Kulsum, menambahkan, kebijakan tersebut berdasarkan PMA no 13 tahun 2021 tentang penyelenggaraan ibadah haji reguler.

“Manfaat dari program manasik haji sepanjang tahun di antaranya jemaah haji menjadi mandiri karena dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi jamaah haji,” terangnya.

Kedua, lanjut Umi, calon jemaah haji memiliki ilmu yang banyak tentang perhajian sehingga mudah melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan dan mudah mencapai target yang ditujukan.

Jemaah haji diharapkan semakin solid, kompak dan bersatu karena sering bertemu berdialog dan berdikusi sehingga menimbulkan keakraban. Juga untuk memberikan layanan maksimal kepada jemaah haji.

‘’Karena dari survei Indeks Kepuasan indikatornya adalah sejauh mana dan sebesar apa layanan pembinaan yang diberikan sehingga terjadi upaya maksimal pembinaan dan pelayanan kepada calon jemaah haji,’’ urainya.

Sekaligus terpenuhinya amanah kepada masyarakat bahwa pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan.

Sekadar informasi tahun 2021 dihitung mulai Januari sampai dengan September, di Kabupaten Tuban terdapat 1.646 pendaftar. Pelimpahan porsi tahun 2020 dan 2021 sebanyak 108 jemaah. Permohonan pelimpahan porsi tahun 2021sebanyak 79 jemaah, yang sudah diproses 68 orang dan yang belum diproses 11 orang dan Pelimpahan porsi estimasi berangkat 30 jemaah.(*)

 

Penulis/Editor : Sri Wiyono

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.