BERDOA : Umat Tri Dharma saat Berdoa di Klenteng


IAINUonline – Virus Covid-19 yang melahirkan penyakit yang disebut Corona meluluhlantakkan banyak sendi kehidupan masyarakat. Pandemi penyakit yang konon dise babkan penyebaran virus yang kali pertama muncul di Wuhan, China ini menjadi atensi seluruh penduduk dunia.

Berbagai agama juga punya perhatian lebih atas musibah wabah ini. Melalui ritual dan tradisi di agama masing-masing, para pemeluk agama berdoa agar penyakit yang sudah merenggut jutaan penduduk bumi itu diangkat oleh Yang Maha Kuasa.

Tak terkecuali umat Buddha dalam pelaksanaan sembahyang di Hari Tri Suci Waisak. Sebagian umat Buddha melaksanakan sembahyang di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini pelaksanaan sembahyang tersebut dilaksanakan oleh umat Buddha dengan sederhana dan hikmat. Masa pandemi memang harus mengikuti anjuran pemerintah agar melaksaakan kegiatan dengan protokol kesehatan yang ketat. tak terkecuali kegiatan ibadah.

“Hari ini kita sembahyang Tri Suci Waisak,” ujar Sugiarto salah satu umat Buddha asal Surabaya, ketika berada Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Rabu (26/5/2021).

Pada hari Tri Suci Waisak kali ini, dia memanjatkan doa kepada Siddharta Gautama pendiri agama Buddha agar pandemi Covid-19 lekas berakhir. Sehingga umat Buddha bisa sembahyang meriah seperti tahun sebelumnya. Dan kehidupan dunia kembali normal seperti sediakala.

“Doa pada Tri Suci Waisak kali ini, semoga pandemi Covid-19 segera berlalu, agar kehidupan kita bisa seperti sebelumnya,” tambah pria yang datang bersama istri dan keluarganya tersebut.

Sementara, Ketua Penilik Demisioner TITD Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro menyatakan, pada sembahyang Tri Suci Waisak ini dia juga berdoa agar virus Covid-19 segera sirna.

Pengusaha sukses ini berharap agar bangsa Indonesia selalu rukun dan damai, di tengah dinamika politik yang terus berkembang.

“Semoga covid-19 lekas sirna, dan bangsa Indonesia selalu rukun hidup damai,” harapnya.[*]

 

Penulis/Editor : Sri Wiyono

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.