IAINUonline – Penyekatan arus mudik Lebaran Idulfitri 1442 H yang dimulai tanggal 6-17 Mei 2021 nampaknya cukup berpengaruh terhadap jumlah kasus corona harian di Kabupaten Tuban.

Dua titik penyekatan dijaga ketat oleh petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan petugas kesehatan ada di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar dan titik di Jatirogo yang menjadi perbatasan Tuban- Rembang Jawa Tengah.

“Dampak penyekatan arus mudik berhasil dan menekan kasus harian di bawah 15,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo.

Bambang menambahkan, bahwa jumlah kasus harian di Bumi Wali tidak lebih dari 10 kasus. Sejak tanggal 2 Mei ada 10 kasus positif baru, tanggal 4 Mei ada 10 kasus, tujuh kasus di tanggal 6 Mei 2021.

Dua kasus baru di tanggal 8 Mei, tanggal 10 Mei tidak ada kasus baru, lima kasus tanggal 12 Mei, dan empat kasus baru pada tanggal 13 Mei 2021. Sedangkan jumlah total kasus corona secara kumulatif di Kabupaten Tuban sebanyak 3.635 kasus.

Untuk tren kesembuhan sejak tanggal 2 Mei ada lima orang positif sembuh, sembilan orang sembuh di tanggal 4 Mei, 17 orang sembuh di tanggal 6 Mei, sembilan orang sembuh tanggal 8 Mei, tanggal 10 Mei tidak ada orang yang sembuh, tiga orang sembuh tanggal 12 Mei dan 11 orang sembuh di tanggal 13 Mei 2021. Secara kumulatif jumlah kesembuhan di Tuban ada 3.198 orang.

Dilansir dari situs infocovid19.jatimprov.go.id, Kabupaten Tuban berstatus zona kuning atau resiko rendah dengan skor 2.44. Data konfirmasi kumulatif 3635 kasus per tanggal 13 Mei 2021, bergejala 2005 orang, tanpa gejala 1630 orang, perjalanan 421 orang, kontak 1584 orang, tanpa riwayat perjalanan 1630 orang dan selesai 3198 orang.

Data suspek enam orang, probable 16 orang, diisolasi enam orang dan discarded 1140 orang.
Data pemantauan kontak erat secara kumulatif untuk konfirmasi dilacak 3635 orang, kontak erat baru 13392 orang, kontak erat menjadi suspek 92 orang, kontak erat menjadi konfirmasi 1584 orang, kontak erat mangkir nol, dan kontak erat discarded 13116 orang.

Data kasus meninggal, meninggal RT-PCR(+) 396 orang dan probable 15 orang.
Pemeriksaan RT-PCR dengan jumlah kasus diambil spesimen/swab 7532. Data isolasi untuk konfirmasi isolasi di RS Rujukan ada 22 orang, konfirmasi isolasi di RS Darurat nol, konfirmasi isolasi mandiri 19, suspek/probable isolasi di RS Rujukan nol, dan suspek/probable isolasi di RS Darurat nol.(*)

 

Penulis/editor : Sri Wiyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.