PASTIKAN BAGUS : Pemeriksaan Kualitas Sembako sebelum Dibagikan untuk Menjamin Kualitas Bagus


IAINUonline – Kepala Dinas Sosial, Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Eko Julianto memantau langsung kualitas komoditas sembako yang dibagikan untuk keluarga penerima manfaat (KPM).

Salah satunya yang dilakukan di Kecamatan Semanding. Didampingi stafnya, mantan Kepala Bagian Kesra pemkab Tuban ini datang langsung dan ikut memeriksa komoditas sembako yang akan dibagikan.

Selain Eko Julianto, dalam pemeriksaan kualitas komoditas itu juga dilakukan oleh Camat Semanding Danarji, Kasat Bimas Polres Tuban AKP Ali Kantha, Kapolsek Semanding Iptu Carito dan perwakilan Koramil Semanding.

Selain itu, hadir juga pendamping program sosial pangan atau TKSK Semanding Nurhadi, perwakilan agen dan supplier serta pihak berkepentingan lainnnya.

Bukan hanya kualitasnya, namun jumlah takaran juga dipastikan sesuai. Misalnya untuk komoditas telur ayam, masing-masing KPM menerima 1,2 kilogram (kg). Maka saat itu juga langsung dibuktikan dengan timbangan yang disediakan.

‘’Saya ingin memastikan KPM menerima haknya sesuai dengan ketentuan. Yakni beras premium dan kualitas lauk pendamping yang layak dan baik,’’ ujar Eko Julianto.

Karena itu, dia terlihat mencermati betul kualitas masing-masing komoditas yang disediakan supplier. Karena kualitas komoditas bagus maka semua sepakat menerima. Pengawasan bukan hanya sampai tingkat kecamatan saja. Karena sampai agen dan KPM, kualitas komoditas juga dipantau.

‘’Tolong dikawal yang benar ya,’’ pesan Eko Julianto pada Nurhadi TKSK Semanding.

Sementara, Nurhadi menambahkan di Semanding saat ini ada 3.861 KPM yang menerima sembako,. Data itu berdasarkan orderan dari agen setiap bulan. Para KPM itu dilayani 23 agen. Hanya tidak semua desa memiliki agen.

‘’Jumlah agen sesuai dengan jumlah KPM. Ada yang satu desa 4 agen seperti di Bektiharjo, namun ada juga yang tidak punya agen seperti Desa Prunggahan Wetan yang KPM nya hanya 17,’’ terangnya.

Nurhadi memastikan kualitas komoditas yang diberikan ke KPM sesuai dengan ketentuan. Karena pengawasan dilakukan berlapis, bahkan sampai ke KPM. Jika ada komoditas yang kurang bagus atau tidak sesuai, KPM bisa melaporkan dan minta ganti komoditas yang sesuai.

Perwakilan agen Ghofur yang melayani di Desa Sambongrejo mengatakan, setiap bulan rerata dia melayani 300-350 KPM. Hanya, sejak Maret dan April dia hanya melayani 250 KPM karena ada pengurangan jumlah KPM disebabkan perbaikan data.

‘’Harapannya jumlah KPM nya kembali seperti semula, karena repot menjelaskan ke KPM kalau ada yang tidak menerima sembako,’’ ungkapnya.

Bahkan, setelah pengurangan jumlah saja masih ada beberapa KPM yang tidak bisa mencairkan sembako atau hole. Penyebabnya, data KPM tersebut masih dinilai belum sinkron dengan data Disdukcapil.

‘’Di tempat saya ada tiga KPM yang seperti itu. Dana sudah masuk, namun ditarik lagi karena data KPM butuh perbaikan,’’ katanya.

Hal senada disampaikan Eko, salah satu agen di Desa Bektiharjo. Dia menyebut ada 2 KPM hole di tempatnya. Terkait dengan jumlah KPM penerima dia berharap segera ada tambahan lagi.

‘’Karena kami yang bertemu langsung dengan KPM sering menjadi sasaran dan dicurigai. Kalau jumlah KPM nya kembali seperti itu, kan enak,’’ tandasnya.(*)

 

Penulis/editor : Sri Wiyono

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.